Jumat, 06 Mei 2011

Beberapa Kesalahan Di Hari Jum'at


Hari Jum'at adalah hari yang paling mulia dan paling agung. Sebaik-baik hari yang disinari matahari. Allah SWT telah memerintahkan seluruh manusia untuk mengagungkannya, namun umat-umat sebelum kita meninggalkannya dan memilih hari selainnya. 
Kemudian Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita perihal hari tersebut. Maka dengan hari tersebut, Allah mengistimewakan umat ini. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ
 
بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوا فَهَدَانَا اللَّهُ لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنْ الْحَقِّ فَهَذَا يَوْمُهُمْ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ هَدَانَا اللَّهُ لَهُ قَالَ يَوْمُ
 
الْجُمُعَةِ فَالْيَوْمَ لَنَا وَغَدًا لِلْيَهُودِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى

"Kita adalah umat terakhir yang paling awal pada hari kiamat. Kita adalah orang yang pertama kali masuk surga. Hanya saja, mereka diberi al Kitab sebelum kita, sedangkan kita diberi sesudah mereka. Tapi mereka berselisih pendapat (tentang suatu hari). Lalu Allah menunjukkan kebenaran kepada kita mengenai apa yang mereka perselisihkan tersebut. Inilah hari yang mereka perselisihkan itu, dan Allah menunjukkan hari tersebut kepada kita –beliau menyebutkan hari Jum'at-, maka hari ini (Jum'at) adalah hari kita, besok (Sabtu) harinya orang-orang Yahudi, dan lusa (Ahad) adalah harinya orang-orang Nashrani." (Muttafaq 'alaih, lafadz milik Muslim)

Hadits di atas dikuatkan dengan hadits dari Hudzaifah radliyallah 'anhu,

Selasa, 26 Oktober 2010

Langsung Shalat Sunnah Sesudah Shalat Jum'at, Ternyata Salah

Makruh dan dilarang menyambung shalat jum’at dengan shalat sunnah nafilah sesudahnya tanpa ada tenggang waktu setelah salam dari shalat Jum’at langsung berdiri shalat sunnah sehingga dia berpindah dari tempatnya atau berbicara terlebih dahulu.

Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Muslim dari Umar bin ‘Atha, bahwa Nafi’ bin Jubair mengutusnya kepada Saaib bin Ukhti Namr untuk menanyakan tentang kejadian yang pernah dilihat Mu’awiyah dari dirinya dalam shalat. Lalu Saaib berkata, “Ya, aku pernah shalat Jum’at bersama dia di Maqshurah.

Ketika sesudah imam salam, aku langsung berdiri di tempatku, lalu mengerjakan shalat (sunnah). Ketika ia (Mu’awiyah) masuk, ia mengutus seseorang kepadaku dan menyampaikan pesan:

Adakah Shalat Qabliyah Jum'at?

Pertanyaan:
Ustadz, sebenarnya ada nggak shalat sunnah qabliyah Jum’at itu, tolong jelaskan, karena di masjid kami, sebagian melakukan shalat qabliyah jum’at setelah adzan pertama, dan sebagian yang lain tidak melakukannya, mana yang benar? 

Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian mengatakan bahwa shalat sunnah qabliyah Jum’at adalah amalan yang disunnahkan, sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa shalat qabliyah jum’at tidak ada dan tidak disunnahkan sama sekali. Pendapat yang kedua ini lebih kuat dan lebih benar. Hal itu dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah:

Pertama, shalat Jum’at hukumnya berbeda dengan Shalat Dzuhur, sehingga tidak boleh disamakan. 

Kedua, hadits-hadits yang menunjukan adanya shalat qabliyah jum’at adalah dha’if (lemah) yang tidak bisa dijadikan sandaran. Diantara hadist-hadist dha'if tersebut adalah:

Sunnahnya Berpindah Tempat Saat Shalat Sunnah Rawatib

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Bagi orang yang sudah selesai melaksanakan shalat fardhu lalu akan melanjutkan dengan shalat sunnah ba’diyah dianjurkan untuk memisahkannya dengan berbicara atau berpindah ke tempat lain. Dan pemisah yang paling utama adalah dengan berpindah tempat ke rumah. Karena shalat seorang laki-laki yang paling utama dilaksanakan adalah di rumahnya kecuali shalat wajib. Hal tersebut sebagaimana hadits Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,

فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ

Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihain, dari Zaid bin Tsabit)

Sementara dalil yang menunjukkan sunnah memisahkan shalat fardhu dan shalat sunnah dengan .....

Bolehkan Menjamak Shalat Jum'at Dengan Ashar Bagi Mushafir?


Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Permasalahan ini telah diperselisihkan oleh para ulama sejak zaman dahulu dimana mereka terbagi menjadi dua kelompok.

Pertama: Sebagian membolehkannya yaitu pendapat ulama Syafi’iyyah dan dishahihkan oleh Imam As-Suyuti dan dipegang oleh Imam Az-Zarkasyi dan difatwakan oleh Al-Ramli. 

Template by:
Free Blog Templates